Jumaat, 6 Mei 2011

Perkataan harus dijaga

“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, bero!eh kasih karunia”. Efesus 4:29
Hidup di zaman modern ini membuat anak Tuhan harus berhadapan dengan banyak tantangan terutama pengaruh pengaruh buruk dari orang orang sekitar film iklan dan media cetak yang seringkali menampilkan dan mengeluarkan kalimat-kalimat yang kasar kotor dan sia-sia. Berhati-hatilah, inilah juga yang disampaikan oleh Paulus kepada jemaat di Efesus Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata kata yang hampa karena hal hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka (Efesus 5 6). Fenomena ini tidak hanya terjadi masa kini dulu di masa pelayanan Paulus pun umat Tuhan dihadapkan dengan permasalahan yang sama yaitu hal perkataan atau ucapan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Paulus menekankan agar kita berhati hati dengan ucapan kita sehingga bukan perkataan yang kotor negatif atau sia-sia yang keluar dari mulut kita.

Ketika kita berbicara hendaknya ucapan kita adalah ucapan yang membangun dan memberkati orang lain. Demikianlah firman Tuhan: “Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah;” (1 Petrus 4:11a). Jelaslah bahwa perkataan yang baik itu dapat dipakai Tuhan untuk membangun dan menguatkan orang lain sehingga mereka dapat merasakan kasih dan anugerah-Nya turun atas mereka. Terlebih lagi melalui setiap perkataan/ucapan kita, kehidupan kita dapat menjadi berkat di mana pun kita berada. Tetapi apabila kita mengeluarkan. kalimat kasar atau ucapan-ucapan negatif, hal ini tidak hanya berdampak buruk terhadap orang lain yang mendengarnya, tetapi juga bagi kita sendiri. Ucapan kita itu akan merusak orang lain dan akan menghancurkan semua bentuk hubungan. Maka dari itu, berhati-hatilah dengan setiap ucapan kita!
Kalau kita mengasihi orang lain, kita akan mempertimbangkan apa yang hendak diucapkan. lsilah perbendaharaan hati dan pikiran kita dengan hal-hal yang positif, iman dan kasih, maka itu juga yang akan keluar dari mulut kita, “Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.” (Matius 12:34b).

Sudahkah kita menjadi saksi Kristus melalui perkataan kita setiap hari?

Efesus~
4:17    Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
4:18    dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
4:19    Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
4:20    Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.
4:21    Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
4:22    yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
4:23    supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
4:24    dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
4:25    Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
4:26    Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
4:27    dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
4:28    Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.
4:29    Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
4:30    Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
4:31    Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
4:32    Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Memaafkan lewat Perbuatan

Bacaan hari ini: Filemon 1:8-17
Ayat mas hari ini: 1 Yohanes 3:18
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 29-30; Matius 9:1-17

Tanggal 13 Mei 1981 dunia gempar dengan peristiwa ditembaknya Paus Yohanes Paulus II di Lapangan Santo Petrus Vatikan. Penembaknya Mehmet Ali Agca. Paus menderita luka serius dan nyaris meninggal. Sesaat sebelum jatuh pingsan, Paus sempat berkata, “Ya Tuhan, ampunilah dia.” Empat hari kemudian setelah mulai pulih, secara terbuka Paus menyatakan memaafkan perbuatan Agca. Dua tahun sesudahnya, pada 27 Desember 1983, Paus mengunjungi Agca di Penjara Rebbibia, Roma. Ia berbicara dari hati ke hati dengan orang yang pernah hendak membunuhnya itu. Ia menegaskan kembali telah memaafkan Agca. Tahun 2000 Paus meminta pengampunan bagi Agca kepada Pengadilan Roma, yang membuatnya hanya menjalani 19 tahun dari masa hukuman seumur hidup.

Memaafkan memang tidak cukup hanya diucapkan di mulut, perlu juga ditampakkan dalam perbuatan. Onesimus pernah melakukan kesalahan besar terhadap Filemon, tuannya, sebelum akhirnya ia bertemu dengan Paulus di dalam penjara, lalu bertobat dan menjadi sahabat dekat (ayat 12). Untuk itulah Paulus menulis surat kepada Filemon, yaitu meminta Filemon memaafkan dan menerima kembali Onesimus (ayat 15,16).

Adakah seseorang yang pernah menyakiti Anda; menimbulkan kepahitan yang menggoreskan luka di hati? Sangat baik kalau Anda telah memaafkannya. Tetapi akan jauh lebih baik kalau kata maaf itu Anda nyatakan juga dalam perbuatan. Mungkin dengan memberinya kembali kesempatan, atau bertegur sapa kembali sebagai teman. Hal itu bukan saja akan lebih menolongnya, melainkan juga akan lebih menolong Anda.

MEMAAFKAN DENGAN UCAPAN BARULAH SEPARUH PERJALANAN. SEPARUHNYA LAGI MEMAAFKAN DENGAN PERBUATAN

Dipetik daripada : YesusKristus.Com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
© Hak Cipta Terpelihara. AnakDomba.My. 2009-2013
© All Rights Reserved. AnakDomba.My. 2009-2013